Selasa, 14 Agustus 2012

Vol 2 Chapter 10 (end Vol)


Chapter 10
As My Promise

Rito        : sebenarnya ini tugas jadi aku datang kesini untuk me-
Maya     : membunuhku ..!!!? iya!!? Tentu saja aku tidak akan kalah, aku juga pasti akan melawan
Rito        : tapi,… dengarkan ak--
Maya     : (dengan cepat mengambil katana bergerak menuju Rito) hya….
Rito        : oi.. dengarkan dulu…
Maya     : diam kau !!! dasar pembohong….!!!
Rito        : … … … (dengan suara kecil) kotetsu…,   aku tidak pernah berbohong…
Maya     : (Pedang ??, memang tidak mungkin kalau kau adalah Golden Darkness)
Munculah pedang kotetsu, samurai yang panjang, terbuat dari besi terbaik didunia yang sangat murni, semua senjata Rito terbuat dari bahan yang sama.
Semua Senjata Rito terbuat dari besi murni yang bernama Orihalcum Hitam(Black Orihalcum)
Rito menangkis serangan dan membuat katana Maya patah. Lalu Maya kalah, Rito langsung mendekatinya dan memojoki Maya sampai di ujung dinding kamar, saat Rito memegang tangan Maya, dia  memberontak, Rito mendorongnya sampai ke-ranjang Maya, Maya langsung menutup matanya, Rito mengeluarkan sebuah alat, yaitu jarum suntik, dia menyuntik Maya dan mengambil darahnya. Maya hanya terdiam dan Rito pun berdiri, dia langsung pergi lewat jendela dengan melompat dan sampai keluar pagar. Maya kepikiran apa yang dikatakan Rito untuk mendengarkannya, tapi karena Maya masih kaget dengan kejadian itu, Maya kesal dengan Rito. Maya berpikir lebih keras kalau Rito bukan     GOLDEN DARKNESS, karena Golden Darkness selalu menyelesaikan tugasnya dengan membunuh…
Besoknya disekolah Maya memperhatikan Rito dengan serius, Rito yang “insentive” tidak menyadari kalau dia merasa kesal tetapi Rito tau Maya sedang melihatinya.
Saat waktu istirahat....
Rito pergi ke Atap dan beristirahat sambil memandang awan, Maya menyusul Rito ke atap, dia ingin minta penjelasan apa yang terjadi semalam…
Rito        : umm… duduklahh…..
Maya     : (dengan penasaran, Maya duduk dengan tenang di sebelah Rito) ……


 
<<Chapter 9            Chapter 11>>

Jumat, 10 Agustus 2012

Vol 2 Chapter 9


Chapter 9
~Assassin Speed Like a Ghost of Silent~

(HS)       : R kamu mendapat tugas dari ketua, akan ku kirimkan gambarnya
Rito        : ah… baik…
Maya     : apa?
Rito        : tidak, tidak apa – apa…
Foto tersebut terkirim, tapi Rito mengerjakan itu setelah mengantar Maya.
Maya     : kita naik apa ?
Rito        : tidak ada.. jalan kaki lebih sehat..
Maya     : yah.. masa aku jalan kaki
Rito berpikir dan menggendongnya, gendongan seorang putri, lalu dia melompat tinggi dan bertanya
Rito        : sekarang mau kemana ?
Maya     : (sambil menunjuk rumahnya), tuh yang disana
Maya menunjuk mansion yang besar itu, Rito pun mengantarnya sampai ke depan pagarnya, saat berpisah Rito melihat target selanjutnya, foto tersebut ternyata Maya, menurut informasi Maya telah membunuh orang penting(yang jahat) kerena itu dia didaftarkan sebagai orang jahat, saat itu Rito langsung memutuskan sesuatu yang pasti akan dilakukannya, sebelum pergi Rito ke apartemennya untuk mengambil sesuatu. lalu dimansion Maya, Rito menerobos masuk dan penjaganya keluar memegang senjata api. Dengan kemampuan Rito dia dapat melihat semua gerak yang dilihatnya, semua arah peluru dan gerakannya menjadi lambat dimatanya, Rito lari di dalam Mansion itu dan membuka satu persatu setiap pintu di Mansion itu, CCTV yang terpasang tidak dapat menganalisa yang masuk Mansion tersebut dengan jelas, pengelihatan CCTV hanya sesuatu hitam yang mendorong pintu dengan paksa. Saat dia menemukan Maya langsung masuk, menutup pintu dan bergerak cepat menuju belakangnya Maya. Maya ketakutan dan tidak bisa melihat kebelakanya, lalu…
Rito        : yo….
Maya     : (sambil menggetar) ??..... ah.. kamu,.. ngapain kamu disini..
Rito        : (Sambil menunjukan Fotonya) kaulah targetku..
Maya     : ?!
Apakah ini adalah hari terakhirnya Maya?




<<Chapter 8      Chapter 10>>

Vol 2 Chapter 8

Chapter 8
The Meaning of Silent
Rito        : aku itu….., orang yang tidak ingin membuat orang menjadi kesusahan… kalau bisa aku ingin membantunya, walaupun itu menyakitkan buat orang itu, yang penting aku sudah membantunya…
Maya     : eh  ?                                            [Rito lebih banyak berbicara….]
Rito        : menurutmu, aku ini orangnya seperti apa …?
Maya     : hm…. Karena kita baru pertama kali tau dan ngomong seperti ini, aku akan jujur...kamu itu selalu diam, kamu itu tidak memperhatikan orang disekitarmu, lalu kamu seperti tidak peduli dengan oranglain, itu aja…
Rito        : salah.
Maya     : he.. ? apanya yang salah
Rito        : dengan mataku yang dapat melihat semua sekitar 10 meter, semua orang di kelas tidak pernah lepas dari perhatianku, dari mereka makan, minum, tertawa, berbicara, bertanya, atau melakukan sesuatu yang menarik perhatianku, aku pernah menolong mereka yang hampir jatuh aku memegang pundaknya dan pergi, masih ada lagi contoh yang lain tapi satu itu saja sudah cukup, lagi pula aku tidak akan pernah membuat temanku mati ditanganku sendiri…, dan juga tidak ada gunanya berbohong.
Maya     : hmmm…   eh.?! kamu melakukan kontak dengan orang lain ?, masa mereka tidak sadar kamu menyelamatkan mereka ?
Rito        : tentu saja tidak…,
Maya     : gimana kamu menolongnya…?
Rito        : setelah menahannya aku langsung kabur dengan cepat. (dengan pembayangan yang unik)
Maya     : he, hehe, hehe.. (kurasa dia memang bukan GOLDEN DARKNESS, dasar pembohong!!!)
Rito        : …., ? ini sudah malam… mau kuantar pulang ?
Maya     : ehh ga usah.. mestinya kamu belajar besok kalau ga salah ada ulangan
Rito        : lalu ?
Maya     : (hwa…. Aku baru ingat dia dapat nilai 100 semua hari ini) ya sudah antarin aku..
Diluar apartermen
(HS)       : R kamu mendapat tugas dari ketua…  akan ku kirimkan gambarnya [foto yang dikirim adalah….]



<<Chapter 7     Chapter 9>>

Vol 2 Chapter 7

Chapter 7
Lie ?

Mata Maya terbuka pelan – pelan dan terbaring di ruangan gelap. Saat dia bangun, lampu dinyalakan oleh Rito, Maya pun kaget.
Maya     : kenapa kamu bisa disini…?!!
Rito        : ini …… arpartemenku …
Lalu keadaan menjadi hening… Maya kaget kenapa dia bisa di arpartemennya, “setelah semua yang aku lakukan ke Rito, dia masih membawaku ke arpartemennya, lalu dia merawatku…?” dihati Maya..  Rito membawakan 2 gelas dan 2 minuman yang berbeda, susu dan teh yang baru jadi (hangat),
Rito        : ini… minumlah..
Maya     : ….., apa ini ? apa ada racun di dalamnya ? kok tiba – tiba baik sama aku ? , kok aku dibawa ke apartemen mu ?, jelaskan semuanya !!!
Rito        : hmm pertama… , ini minuman, lalu tidak, lalu tidak tau, lalu yang terakhir, saat kau pingsan ada pemeriksa yang ingin memastikan pekerjaanmu sudah selesai atau belum…
Maya     : …………..   tadi aku bertanya apa ?
Rito        : hmm…..  yang pertama , ini … ( sambil menunjuk minuman) ,lalu…..
Maya     : cukup..!!, arg… kamu , kenapa sih sikapmu seperti ini, lagipula siapa kamu ?
Rito        : ……………… Rito..
Maya     : (marah) aku juga tau itu !!!!!!, maksudku kamu itu siapa, kenapa bisa memiliki senjata seperti itu
Rito        : karena aku memang pemiliknya…
Maya kaget, dia sangat menghormati GOLDEN DARKNESS, tetapi tidak disangka, Maya menghunuskan Pedangnya kedepannya. Tetapi Maya masih berpikir kalau itu Bohong…
Rito        : aku itu….., orang yang tidak ingin membuat orang menjadi kesusahan… kalau bisa aku ingin membantunya….
Maya     : eh?!
Maya hanya bisa mendengarkan Rito berbicara saat itu…..


 Pemilihan nama Karakternya suka - suka... :D
jadi kalo ketemu namamu.., bukan berarti karena kamu.... :D
<<Chapter 7   Chapter 8>>

Kamis, 09 Agustus 2012

Vol 2 Chapter 6


Chapter 6
Face with Mask
Maya     : senjata itu.. (dengan sangat heran)
Rito        : akan ku jelaskan, ini adalah senjata yang dipakai oleh assassin legendaris yang telah mati Tiga tahun yang lalu.
Maya     : heh… tentu saja aku tahu. Senjata yang ditakuti semua orang yang telah mengetahuinya ditempat kerjaku dan juga aku tentunya, “GOLDEN DARKNESS” itu lah namanya, tetapi aku tidak pernah melihat mukanya….
Rito        : he…, jadi kau tau banyak tentang dia… ? (muka datar)
Maya     : tentu saja, assassin mana yang tidak tau dia, paling hanya orang baru,…
Dipikiran Maya “tetapi ini tetap aneh, kenapa dia bisa memiliki senjata seperti itu, apakah di dunia ini mempunyai benda yang sama seperti itu, atau dia menemukan senjata itu lalu pemilik aslinya menghilang, ya benar pasti itu..”
Rito        : kenapa ? kau tidak mau melanjutkan pekerjaanmu lagi ..  ?
Maya     : eh..? jadi kamu bersedia mati demi pekerjaanku ?,…
Rito        : hump.. tentu saja tidak…, aku tidak mau mati sekarang… sebelum membunuh “orang itu”..
Maya     : ….. tetapi tetap saja perintah adalah perintah aku akan membunuhmu sekarang…
Battle scene hasil tidak ada yang terbunuh Maya tidak bisa melawannya, Rito terlalu cepat, Rito dapat melihat semua gerakan yang dilakukan oleh Maya dan menghindar saja sudah cukup baginya.. saat Maya ingin menyerangnya lagi [<<-- bayangkan aj sendiri]
Rito        : cukup aku tidak ingin melawan mu…
Maya     : apa kau bilang.. ?!!
Rito        : ku bilang cukup aku tidak ma-- (sambil melihat Maya)
Maya langsung menyerangnya, lalu Rito tidak ada pilihan lain, Rito hanya menggunakan tatapan yang mengerikan, perasaan membunuh, perasaan  yang tidak pernah dirasakan Maya, Maya tidak bisa bergerak sangking takutnya, seluruh badannya menggetar termakan oleh ketakutan yang sangat mengerikan, seperti terancam Terror yang mengerikan. lalu Maya terjatuh dan pingsan…. [<<--Alai terornya :D]


Golden Darkness..., hmm.. ini juga ikut (Yabuki Kentaro) Trouble Love[To-Love-Ru], saya lebih senang tuh namanya.. emas didalam kegelapan...
tetapi to-love-ru memakai bahasa jepang (originalnya : konjiki no Yami)
 kalau maksudnya (--) atau (-) pembicaraannya terpotong kalau blom selesai kata2nya



<<Chapter 5    Chapter 7>>

Vol 1 Chapter 5 (End Vol)


Chapter 5
Who is that Girl ? (part 3)
Saat Lea ingin menebas kepalanya, yang Lea lihat adalah Kepala Rito yang terpenggal, Lea kaget karena itu sangat gampang, lalu…
Rito : After Image…
Lea  : (kaget) eh.., ( sambil menghadap belakang) barusan itu apa?
Rito : (dengan muka datarnya) yang kau lihat adalah aku yang sedang bergerak cepat dan terpenggal karena bayangan yang masih tertinggal disana, dan sebagai Assassin harus lebih diam lagi….
Lea  : Ehh… ?! (kaget)
Dalam hatinya Lea sangat tidak disangka, samaran dia terungkap karena gagalnya membunuh Rito, dia tidak menyadari semua kejadian yang Rito alami setelah meninggalkan kelas.
Lea  : kamu ini siapa…. ?
Rito : kalau bisa, saharusnya aku yang nanya…
Lea  : uh… (dengan kebingungan dan ketakutan), …..
dia kabur sambil lari melewati Rito, Rito membiarkannya, Lea kabur ke atas atap sekolah lalu mengistirahatkan nafasnya sejenak… tiba – tiba…..
Rito : Kau orang yang aneh.. apakah hanya segitu yang bisa kamu lakukan saat melakukan pekerjaanmu.
Lea  : … apa maksudmu… ?!!, kamu tau apa tentang aku..?!!
Rito : bagaimana jika kau ketahuan karena gagal dalam tugas dan dihukum mati  oleh pimpinanmu, Maya  ?
Lea  : ?!?!?!?! (sangat kaget)
Rito        : dari informasi seeorang yang ku ketahui namamu adalah….. Maya… seorang Assassin yang membunuh orang jahat…
Maya     : ?!   kau…. Dari mana kamu tau itu…?
Rito        : mudah…  aku… pernah bekerja di tempatmu ,…  (diam – diam sambil mengeluarkan senjata bertuliskan Romawi (XIII) ,
Maya     : eh.. itukan…..?! (sangat kaget)             (angin pun bertiup kencang)  [wushhh……………!!]<<--- tidak usah dipikirkan hanya mendramatis [:D]
Maya  terdiam melihat senjata yang tertulis Romawi (XIII)….


After Image...
Kecepatan gerak dengan mengandalkan Agility
bergerak dari kecepatan "ZERO" ke "Maximum"
dan berhenti dari "Max" ke "ZERO"
sangking cepatnya bayangannya tertinggal seperti aslinya
jika berkontak dengan sesuatu maka seperti aslinya
seandainya dipukul maka terlempar dan sebagainya....



<<Chapter 4 Chapter 6>>

Vol 1 Chapter 4


Chapter 4
Who is that Girl ? (part 2)

Rito dan Assassin itu pergi jauh dari sekolah melewati atap – atap rumah.. Lea yang penasaran ingin membuntutinya…, lalu Lea Izin ke guru dengan alasan ingin ke UKS, guru pun mengizinkan. Lea pergi mengikuti mereka dengan lari, tidak terlalu cepat tetapi Lea bisa mengejarnya walaupun ketinggalan jauh. Seperti biasa, Rito membawa ketempat yang sepi, assassin itu bercerita tentang Assassin legendaris yang dia kagumi, dia ingin menjadi orang sepertinya dan membunuh Rito, saat Rito mengeluarkan senjatanya yang berromawi (XIII) Assassin itu pun kaget. Dia mengatakan bahwa orang yang menggunakan senjata itu sudah mati saat dihukum ditempat kami bekerja. Rito tidak menjawab perkataannya dan Membunuhnya dengan cepat, Rito membereskan badan yang dibunuh olehnya dan pergi, tidak lama kemudian Lea sampai dan tidak ada orang disini, kecuali bau darah.
Lea  : ehh…? Tidak ada? Kemana dia.…..?
Dengan bingung Lea tidak berpikir panjang dan langsung kembali ke sekolah.., Lalu Lea kembali ke sekolah(ruangan UKS) dan melihat Rito bersandar tidur disana… tiba – tiba Lea mendapatkan Tugas dari Tempat Kerjanya…
(HD) : Lea kau mendapatkan tugas… !, di sekolah yang kamu tempati ada orang yang ingin kami bunuh…. Selesaikan dengan cepat, fotonya akan aku kirimkan….
Saat Lea  melihat fotonya, Rito adalah orang harus dibunuh, Lea kaget, targetnya didepan mata, yang sedang tidur lelap bersandar di bawah jendela. Tetapi dia tidak menghiraukannya, dia mengambil senjata yang disimpan di belakang bajunya, senjatanya adalah katana kecil yang bisa dibawa kemana – mana dengan mudah, Saat Lea ingin menebasnya…, Kepalanya Rito tertebas !!?

mma..., setiap skill nanti ada penjelasan dibawah sini...
Hawk Eye..., mata yang bisa merekam dengan cepat
dan kau bisa membayangkannya dari seluruh arah
dan bisa memperhatikan seluruh isinya...




<<Chapter 3      Chapter 5>>

Vol 1 Chapter 3


Chapter 3
Who is that Girl ? (Part 1)
Saat di apartemennya Rito dia ditelpon untuk membunuh orang yang bernama Cyan, saat dikirim 1
Rito : eh......., saya sudah membunuhnya, tadi sore karena dia ingin membunuh teman sekolahku.
(HS) : ….. kalau gitu, aku akan memberi tahu ke pemimpin.
Lalu pembicaraan pun selesai.
Besok pagi seperti biasa berangkat kesekolah dengan jalan yang sama, di pelajaran pertama ada murid pindahan yang bernama Lea. Perempuan yang cantik, Lea memperhatikan seluruh kelas dengan cepat, Rito yang menyadari keahliannya pun langsung melihat keluar jendela, Rito melihat perempuan itu sebagai orang yang memiliki kekuatan tersendiri, karena dia sudah pernah melewati masa lalunya dengan susah. Satu – satunya bangku yang kosong adalah paling belakang disampinnya Rito, karena Rito dijahui temannya. Saat Lea duduk…
Rito : Hawk eye…
Lea  : eh… (sambil berbisik) {kamu tau dari mana..?}
Rito : (sambil meliriknya) …. Ya begitu..
Lea  : hmmm…. Jadi kamu menyadarinya.. (Sambil duduk)
Rito : … um.. Lea.. itu inisial nama mu?
Lea  : Egh….. (kaget), ….. (Terlihat gelisah)
Rito : ……
Lea pun diam
Pelajaran pertama dimulai, Rito melihat pembunuh bayaran lain yang sedang menunggu di depan pagar.. Lea penasaran kenapa Rito selalu melihat keluar. Saat nilai ulangan dibagikan, Rito mendapatkan 100 di semua mata pelajaran, Lea hanya bisa melihatnya… lalu Rito keluar dari ruangan, minta izin ke UKS karena dia pusing, gurupun mengizinkan.. saat itu Rito sudah bekerja sebagai Assasin, dia pergi keluar sekolah dengan kecepatan tinggi tanpa ada yang menyadari kecuali Lea…

Hmm.., inisial itu maksudnya kaya nama palsu...,
biar status pribadimu tidak mudah diketahui...



<<Chapter 2    Chapter 4>>

Vol 1 Chapter 2


Chapter 2
Another Assasin

Dan masuk, Buzzer Beater, Scorenya 73 – 72. Mereka berpesta karena menang, saat Arip melihat Rito, dia tidak ada. Arip keluar dari gym basket dan mencarinya, Rito sudah pergi ke luar mengganti bajunya dan pulang saat bel berbunyi, saat Arip melihatnya dia langsung cepat – cepat mengejarnya. Rito pergi ke supermarket dimana menjual makanan bertempat dan susu, dia pergi ketaman dan makan. Beberapa menit kemudian Arippun datang.
Arip : Oi…!!!!
Rito : …..?
Arip : hah.. hah.. hah.., ka-mu, hah.. hah.., kenapa sih, hah.. hah…, buru….. – buru ?
Rito : ga apa – apa kok..
Arip : ck’h hah…. capenya ngejar kamu…. Ayo makan bareng  (sambil memperlihatkan kotak makannya)
Rito : mmm.. (sambil ngangguk)
Setelah selesai makan Rito melihat seseorang ,ternyata orang itu pembunuh bayaran yang jahat, pekerjaannya membunuh orang yang baik berlawanan dengan pekerjaan Rito, Rito tau karena dia pernah menghormati Rito ditempat kerjanya dulu. Pembunuh bayaran tersebut ingin membunuh Arip, saat Rito menyadarinya dia langsung berdiri ditempat dan pergi menghampiri pembunuh bayaran tersebut, Arip bertanya “Mau kemana ..?” . Rito menghiraukannya sambil jalan, Rito membawanya ke tempat dimana tidak dipakai orang lagi, mereka perang, akhirnya R menang dalam pertarungan tersebut, R berhasil membunuh orang itu dengan menggunakan Pistolnya (XIII)….., lau Rito pergi ke apartemennya dan istirahat.., lalu 10 menit kemudian, Rito mendapatkan Tugas..


Ini seperti tempat jepang..., kalau kau bisa mengimajinasi ya pasti bisa...
pistol..., itu ikutin Black Cat, tapi kalau gambar tidak ikutin bentuk Hadesnya(Yabuki Kentaro)
lalu karena aku suka jepang jadi agak kejepangan nih tempat...
jadi lebih mudah mendapatkan Event - event yang tidak terduga


<<Chapter 1  Chapter 3>>

Rabu, 08 Agustus 2012

untuk Vol 1

Cerita Tentang Assassin...

Prolog

Assassin (pembunuh bayaran) adalah pekerjaan yang membunuh orang demi mendapatkan uang untuk menjalani hidupnya dengan mudah agar mendapatkan ketenaran lebih cepat.

Ini adalah cerita kehidupan Seorang anak yang bernama Rito yang Bekerja sebagai Assassin yang membunuh orang jahat, Sejak kecil dia latihan menggunakan semua senjata, dan bela diri tangan kosong. Rito dapat menggunakan sihir untuk memanggil senjata apa yang dia mau. Mau tau kisahnya, ini dia…



Peraturan Assassin :
No. 1 Tenggelamkan Dirimu di kegelapan…, Pelankan Nafasmu…, Cari jalan ke targetmu
No.2 ketahuilah targetmu, lihat apa yang dipikirkannya,dan perhatikan gerakannya
No.3 Sebelum target mengetahui keberadaanmu, BUNUH “DIA”!!!
  
Chapter one
Boy Named Rito

Semua scene membunuh orang jahat. Menggunakan pistol (Rito) [bayangkan sendiri.., saya ga bisa menggambar sih]
Rito : hah.. (sambil ngelap darah di pipinya karena musuhnya terlalu dekat)
(HS) : Kerja bagus R, sekarang pulang lalu istirahat.
Rito : Baik…
Keesokan harinya.. Rito berjalan ke sekolahnya, dia bertemu dengan teman - teman sekelasnya tetapi dia tidak menegur seseorang yang melihatnya.( banyak yang membisikin dari belakang). Tetapi semua yang diucapkan terdengar, Rito dapat mendengar suara kecil yang jauhnya 5 meter.
Pelajaran pertama, matematika dimulai, Rito selalu mendapatkan nilai yang bagus, tetapi semua teman kelasnya memfitnah kalau Rito Menyontek. Pelajaran kedua adalah Bahasa Inggris, saat dia disuruh mengartikan, dia dapat mengartikan semua yang tertulis di buku tersebut.Arip, satu – satunya teman Rito yang paling dekat di sekolahnya menghampirinya.
Arip : yo..
Rito : hmm….. ?
Arip : nanti kan pelajaran terakhir olahraga nanti kita be-team ya..
Rito : mm-hmm..
Arip : yeah… lucky  (pis)
Rito : ? kamu…. mau pergi ke tempat biasa kah malam ini ?
Arip : iya,… kenapa emang ?
Rito : ga,,… ga papa…   hati – hati aj…
Arip : owh…, ok.  Dadah..
Lalu Arif pergi keluar kelas sambil menutup pintu. Lalu saat pelajaran terakhir, mereka mengadakan tanding Basket semua tim sudah dipilih, Rito dan Arip duduk di bangku cadangan saat pertandingan dimulai, lalu di quarter ke 3 tim Rito kalah lalu mereka berdua pun masuk. Scorenya adalah 40 – 65 setelah mereka masuk di detik ke 10 score tersisa 70 – 72, mereka mengandalkan lemparan 3 point saat itu. Lalu arip mengoper bola ke Rito yang berada di tengah lapangan waktu sisa 6 detik. Rito mundur ke dekat ringnya sendiri , semua orang heran melihatnya, lalu Rito melempar bolanya pada saat detik terakhir. Dengan delay yang lama semua orang melihat bola  yang masih di udara dan …….

mma.., kalo mau tau lagi..., sabar nunggu saya buat cerita aj -_-...
ini saya anggap bergenre Romance, sedikit Comedy, thriler, tragedy, dan mungkin kalau saya bisa menggambar akan ditambahkan ada (H) ecchi... :)




Chapter 2>>